Waspada! Ini Kabar Buruk Perkembangan Covid Omicron RI

Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan secara konsisten. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers, Rabu (9/2/2022).

Menurut Wiku, penambahan kasus positif saat ini sudah jauh melebihi puncak gelombang pertama. Dia menjabarkan, pada puncak pertama penambahan kasus mingguan tertinggi mencapai 88.000 kasus. Sementara di minggu lalu, penambahan positif mencapai lebih dari 170.000 kasus.

“Atau hampir dua kali lipat puncak lonjakan pertama,” jelasnya.

Sedangkan jika dibandingkan dengan lonjakan kasus kedua, penambahan kasus saat ini setara dengan penambahan kasus pada akhir Juni 2021, atau setengah dari puncak lonjakan kasus kedua.

Meskipun demikian, pada masa lonjakan kasus kedua peningkatan telah terjadi sejak awal Mei 2021, atau membutuhkan waktu delapan minggu untuk mencapai kondisi kasus yang setara dengan saat ini.

Sementara, penambahan kasus saat ini hanya dicapai dalam waktu tiga minggu saja, atau dua setengah kali lebih cepat dibanding lonjakan kedua.

Data menunjukkan seluruh provinsi di Indonesia telah mengalami kenaikan kasus. Namun, tidak semua provinsi menyumbangkan kasus dengan besaran yang sama.

“Lebih dari 90 persen penambahan kasus nasional disumbangkan oleh provinsi- provinsi di pulau Jawa dan Bali,” tuturnya.

Penambahan kasus di minggu lalu, untuk DKI Jakarta bertambah 44 ribu kasus, Jawa Barat 28.000 kasus, Banten 15 ribu kasus, Bali 7.500 kasus, Jawa Timur 7.000 kasus, Jawa Tengah 3.500 kasus, dan DIY 1000 kasus.

Jika dilihat, kenaikan kasus harian di beberapa provinsi rupanya sudah melampaui kasus harian pada puncak gelombang kedua.

Menurut Wiku, ini terjadi di tiga provinsi yaitu DKI Jakarta dengan kenaikan harian mencapai 15.800 kasus, Banten 4.800 kasus dan Bali 2.000 kasus.

Menyikapi hal itu, terdapat dua hal penting yang perlu diupayakan demi menekan laju pertambahan kasus. Pertama pengendalian kasus pada daerah penyumbang kenaikan kasus tertinggi sebagai hotspot penularan.

“Dapat kita simpulkan dari data-data tersebut bahwa penularan masih terpusat di Pulau Jawa dan Bali. Khususnya pada wilayah-wilayah aglomerasi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah meminta seluruh masyarakat waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dilansir dari laman: cnnindonesia.com

Related posts