Ahli Jelaskan Asal Sampah yang Ancam Biota Laut Raja Ampat Papua Barat

Peneliti Ekotoksikologi dari PRO-BRIN, Dede Falahudin menjelaskan asal mula dan dampak sampah plastik di perairan Raja Ampat, Papua Barat.

Menurut Dede, sampah plastik sangat mudah terbawa arus laut. Kondisi itu mengancam biota laut di sana, meski jumlahnya sedikit. Pemerintah diminta untuk lebih memperhatikan kondisi laut Papua Barat.

“Sampah plastik akan mudah terbawa arus sehingga terdampar di wilayah Raja Ampat. Meskipun hanya satu kantong plastik, dalam jangka panjang dia akan terurai menjadi pecahan plastik yang lebih kecil dan ada kemungkinan dampak untuk biota di sana,” ujarnya melalui pesan teks pada , Kamis (10/2).

Sementara Peneliti Oseanografi Fisika dari PRO-BRIN Riza menjelaskan proses fisis di laut bersama dengan jumlah sampah yang menghasilkan penumpukan sampah di laut Raja Ampat, Papua Barat. Selain itu sampah dari wilayah daratan terdekat juga memainkan peranan penting membuat laut menjadi lebih kotor.

“Akumulasi debris/sampah di suatu perairan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, ada dari proses fisis laut seperti gelombang, arus laut, pasang surut dan juga angin,” tutur Riza.

Kemudian Riza juga mengatakan aktivitas fisis mengakumulasi sampah di wilayah itu. Salah satu ciri khas aktivitas fisis laut di Raja Ampat adalah arus permukaan yang dipengaruhi pola perubahan angin monsun, yang juga terjadi dengan perairan lain di Indonesia.

Riza menyebut pengamatan pada aktivitas fisis tersebut, bersama dengan pengamatan aktivitas fisis lain bisa membuat kita mengetahui asal sampah tersebut.

“Bisa diperkirakan dengan model trajektori, namun mengingat model adalah penyederhanaan proses fisis dari alam, tentu akan banyak asumsi-asumsi yang digunakan,” ujar Riza.

Pada kasus Raja Ampat yang berada di sebelah utara Papua, sampah-sampah tersebut kemungkinan besar berasal dari lokasi terdekat, namun tidak menutup kemungkinan berasal juga dari wilayah yang jauh.

“Untuk perairan Raja Ampat sendiri yang terletak di utara Papua, kemungkinan besar, sampah yang ada disana berasal dari wilayah lokal terdekat, yang kemudian terbawa oleh proses fisis laut (seperti arus, gelombang dan angin) menuju perairan Raja Ampat,” tutur Riza.

Related posts