Ikut Jejak AS, Kanada Tarik Pasukan dari Ukraina Takut Serangan Rusia

Tak lama setelah Amerika Serikat, Kanada juga memutuskan untuk menarik pasukannya dari Ukraina di tengah kekhawatiran akan kemungkinan Rusia menyerang negara tersebut.

Kementerian Pertahanan Kanada mengumumkan bahwa tentara Kanada yang tergabung dalam Pasukan Gabungan Ukraina (JTF-U) ditarik sementara pada Minggu (13/2).

“[Militer] merelokasi sementara komponen Pasukan Gabungan Ukraina (JTF-U) ke wilayah lain di Eropa,” demikian pernyataan Kemenhan Kanada yang dikutip AFP.

Kemenhan Kanada menyatakan bahwa penarikan itu dilakukan agar negaranya dapat “memfokuskan kembali upaya untuk memastikan keselamatan anggota Pasukan Bersenjata Kanada.”

Mereka tak menjabarkan jumlah pasukan yang dipindahkan. Namun, sekitar 200 tentara Kanada dikerahkan ke Ukraina sejak 2015 sebagai bagian dari misi UNIFIER yang bertujuan untuk melatih pasukan Ukraina.

“Pasukan Bersenjata Kanada tetap berkomitmen kepada rakyat Ukraina dan misinya untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Pasukan Keamanan Ukraina,” tulis Kemenhan Kanada.
Video Player is loading.

Pengumuman ini dirilis tak lama setelah AS juga menarik 160 tentaranya yang berada di Ukraina. Tentara AS itu juga sedang dalam misi melatih pasukan Ukraina.

Penarikan pasukan ini dilakukan di tengah peningkatan ancaman Rusia yang disebut-sebut siap menyerang Ukraina. Ketegangan bermula ketika Rusia menyiagakan sekitar 100 ribu tentara di perbatasan Ukraina.

AS mengklaim punya bukti bahwa Rusia siap menyerang Ukraina. Rusia membantah dan menyatakan mereka mengerahkan pasukan ke perbatasan Ukraina justru karena terancam dengan pergerakan NATO.

Menurut Presiden Vladimir Putin, AS ingin menggiring Rusia masuk ke dalam situasi perang dengan retorika-retorika seolah Moskow siap menyerang Kiev ini.

“Ukraina hanya alat untuk mencapai tujuan itu,” ucap Putin.

Juru bicara Kementerian Pertahanan AS, John Kirby, memastikan bahwa negaranya tak mengirimkan pasukan untuk bertempur di Ukraina, yang bukan merupakan anggota NATO.

Namun, Putin tetap khawatir Ukraina akan masuk NATO di masa depan. Jika terjadi, maka ancaman NATO terhadap Rusia akan semakin besar.

Related posts