Polisi Periksa 20 Senpi Usut Penembakan Demo Tolak Tambang di Sulteng

Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menaikkan status kasus penembakan yang menewaskan satu orang warga saat demo tolak tambang, dari penyelidikan ke penyidikan.

Hal ini benarkan Kabid Humas Polda Sulteng Didit Supranoto saat dikonfirmasi. Ia mengatakan, kasus ini telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

“Iya benar, laporan polisi penembakan ditingkatkan ke penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Sulteng pada, Selasa (15/2).

Dalam kasus ini, tim Laboratorium Forensik Polda Sulsel telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel proyektil dari 20 pucuk senjata api.

“Tim Labfor telah mengambil sampel proyektil dari 20 pucuk senpi, dari masing-masing senpi diambil tiga sampel hingga total 60 proyektil,” jelasnya.

Selanjutnya, 60 proyektil yang telah diambil sampelnya tersebut, kata Didit, akan dicocokkan dengan proyektil yang ditemukan di lapangan atau di lokasi kejadian.

“Pengujian akan dilakukan di Labfor Polda Sulsel. Kemudian barang bukti lain yang akan dibawa ada baju korban, jaket korban dan proyektil yang ditemukan di TKP unjuk rasa,” katanya.

Sebelumnya, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulteng telah memeriksa belasan orang personel yang terlibat dalam pengamanan saat aksi unjuk rasa warga menolak pertambangan tersebut.

“Personil Polri yang telah diperiksa sebanyak 17 orang,” ucapnya.

Related posts