Bupati Ponorogo Bantah Ijazah Palsu: Tuku Nang Endi?

Bupati Ponorogo Bantah Ijazah Palsu: Tuku Nang Endi?

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyebut laporan dugaan ijazah sarjana S1 palsu yang menjerat dirinya tak jelas. Ia mengklaim ijazah miliknya itu asli.
Hal itu dikatakan Sugiri usai diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Selasa (16/3) kemarin.

“Yang jelas semuanya asli. Tidak ada yang memalsukan ijazah bagaimana memalsukannya. Tuku nang endi? Ra genah (Beli di mana? Enggak jelas),” kata Sugiri.

Kepada awak media, Sugiri mengaku dicecar sekitar 30 pertanyaan oleh penyidik, mengenai laporan atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat tersebut.

“Lumayan agak banyak sekitar 20-30 pertanyaan. Pertanyaan bapak sehat, nomor KTP, anak berapa, istri siapa, soal keluarga juga,” ujarnya.

Sugiri mengatakan dirinya berupaya untuk kooperatif kepada kepolisian. Ia tetap akan mengklarifikasi segala bentuk informasi yang berkenaan dengan dugaan dalam laporan tersebut.

“Bukan sekadar kooperatif, tidak dipanggil pun saya wajib memberikan penjelasan karena ada laporan. Nek ora ngono kan ngesakne (kalau tidak begitu kan kasihan) orang-orang,” ucapnya.

Sugiri tak mau menduga-duga apakah laporan yang dialamatkan kepada dirinya ini bernuansa politis atau tidak. Ia mengaku hanya mengklarifikasi segala sesuatu yang bersinggungan dengan nama baiknya.

“Saya tidak boleh menduga-duga. Namanya juga orang lapor kan boleh mau mencari panggung boleh, mencari makan boleh, mencari apa saja boleh. Kewajiban saya adalah menjawab mengklarifikasi,” katanya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto mengatakan bahwa penyidik memeriksa Sugiri terkait laporan dugaan ijazah palsu.

Dalam kasus ini, Bupati Sugiri masih diperiksa sebagai saksi terlapor. Selain dia, polisi juga sudah memeriksa beberapa orang. Salah satunya ialah Rektor Universitas Tritunggal, Surabaya, yang merupakan pimpinan kampus tempat Sugiri kuliah dan mendapatkan gelar sarjana.

“Status beliau [Sugiri] masih sebagai saksi dan masih kami klarifikasi,” ujarnya, Selasa (15/2).

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyebut laporan dugaan ijazah sarjana S1 palsu yang menjerat dirinya tak jelas. Ia mengklaim ijazah miliknya itu asli.
Hal itu dikatakan Sugiri usai diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Selasa (16/3) kemarin.

“Yang jelas semuanya asli. Tidak ada yang memalsukan ijazah bagaimana memalsukannya. Tuku nang endi? Ra genah (Beli di mana? Enggak jelas),” kata Sugiri.

Kepada awak media, Sugiri mengaku dicecar sekitar 30 pertanyaan oleh penyidik, mengenai laporan atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat tersebut.

“Lumayan agak banyak sekitar 20-30 pertanyaan. Pertanyaan bapak sehat, nomor KTP, anak berapa, istri siapa, soal keluarga juga,” ujarnya.

Sugiri mengatakan dirinya berupaya untuk kooperatif kepada kepolisian. Ia tetap akan mengklarifikasi segala bentuk informasi yang berkenaan dengan dugaan dalam laporan tersebut.

“Bukan sekadar kooperatif, tidak dipanggil pun saya wajib memberikan penjelasan karena ada laporan. Nek ora ngono kan ngesakne (kalau tidak begitu kan kasihan) orang-orang,” ucapnya.

Sugiri tak mau menduga-duga apakah laporan yang dialamatkan kepada dirinya ini bernuansa politis atau tidak. Ia mengaku hanya mengklarifikasi segala sesuatu yang bersinggungan dengan nama baiknya.

“Saya tidak boleh menduga-duga. Namanya juga orang lapor kan boleh mau mencari panggung boleh, mencari makan boleh, mencari apa saja boleh. Kewajiban saya adalah menjawab mengklarifikasi,” katanya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto mengatakan bahwa penyidik memeriksa Sugiri terkait laporan dugaan ijazah palsu.

Dalam kasus ini, Bupati Sugiri masih diperiksa sebagai saksi terlapor. Selain dia, polisi juga sudah memeriksa beberapa orang. Salah satunya ialah Rektor Universitas Tritunggal, Surabaya, yang merupakan pimpinan kampus tempat Sugiri kuliah dan mendapatkan gelar sarjana.

“Status beliau [Sugiri] masih sebagai saksi dan masih kami klarifikasi,” ujarnya, Selasa (15/2).

Related posts