Wilayah Separatis Ukraina Pro-Rusia Bergolak, Sirine Bahaya Berbunyi

Sejumlah wilayah pemberontak pro-Rusia di timur Ukraina bergolak hingga memicu sirine bahaya berbunyi membuat warga panik berhamburan kabur pada Jumat (18/2).

Sirine peringatan berbunyi di Donetsk dan Luhansk sekitar Jumat malam. Para pemimpin pemberontak di kedua wilayah kekuasaan separatis pro-Rusia itu pun mengumumkan telah mengevakuasi ratusan ribu orang ke Rusia.

Setidaknya 700 ribu orang dilaporkan akan dievakuasi ke Rusia menggunakan bus dari kedua wilayah itu.

Para pemimpin separatis menuduh Ukraina telah melancarkan serangan terhadap dua wilayah mereka itu, sebuah tuduhan yang dibantah keras pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky.

Beberapa jam setelah pengumuman evakuasi, sebuah mobil jip meledak di luar gedung pemerintah Donetsk.

Wartawan Reuters melihat kendaraan itu dikelilingi pecahan peluru hingga sebuah roda mobil terlempar ke atas akibat ledakan. Media Rusia mengatakan kendaraan jip itu milik seorang pejabat separatis.

Sebagian besar warga Donetsk dan Luhansk lebih fasih berbahasa Rusia dan secara budaya memang lebih dekat kepada Moskow. Banyak warga di dua wilayah separatis Ukraina itu pun telah diberikan kewarganegaraan oleh Rusia.

Irina Lysanova, 22, mengatakan dia segera berkemas untuk dievakuasi pergi bersama dengan ibunya ke Rusia.
“Mama adalah seorang yang panik,” katanya.

Namun, ayah Lysanova, Konstantin (62), tidak ikut.

“Ini (Ukraina) adalah tanah air saya,” katanya.

Evakuasi warga dimulai setelah pengeboman artileri paling intens terjadi pada Jumat di Donetsk dan Luhansk.

Situasi tegang di Donetsk dan Luhansk ini terjadi ketika Rusia diyakini tengah bersiap menyerbu Ukraina terlepas dari klaim mereka soal penarikan pasukan.

Rusia bahkan diyakini tengah menyusun dalih untuk membenarkan serangan ke Ukraina.

Presiden AS Joe Biden mengatakan dia juga yakin Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat keputusan untuk menginvasi Ukraina.

“Saat ini, saya yakin dia (Putin) sudah membuat keputusan, kami memiliki alasan untuk mempercayai itu,” kata Biden menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih, AS, Sabtu (19/2).

Biden menjelaskan sejumlah informasi intelijen menunjukkan Putin memutuskan untuk menyerang Ukraina.

“Kami memiliki kemampuan intelijen yang signifikan,” ujar Putin.

Related posts