News  

Aktivitas Pabrik AS Menurun Bulan April

Kegiatan pabrik di AS kembali menurun bulan lalu, menurut survei industri yang dirilis hari Rabu (1/5), karena menurunnya permintaan.

Sektor manufaktur di AS menunjukkan kelemahan, setelah bank sentral AS dengan cepat menaikkan suku bunga dalam beberapa tahun terakhir untuk mengendalikan inflasi. Namun aktivitas pabrik diperluas pada Maret untuk pertama kalinya sejak September 2022.

Pada bulan April, indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) turun lagi di bawah 50 poin. Penurunan itu mencapai 49,2 persen bulan lalu, jauh di bawah bulan Maret sebesar 50,3 persen. Angka ini juga lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 50,0 persen, menurut Briefing.com.

“Permintaan masih ada pada tahap awal pemulihan, dengan tanda-tanda perbaikan kondisi yang terus berlanjut,” kata kepala survei ISM Timothy Fiore. Ia menambahkan, meskipun pemasok masih memiliki kapasitas, mereka berupaya menunggu karena hambatan rantai pasokan bahan baku.

FILE – Seorang pekerja menggunakan balok pengamplasan untuk menghaluskan permukaan jeans biru baru di pabrik Saitex, Los Angeles, California, AS, 21 September 2022. (REUTERS/Timothy Aeppel)

“Kondisinya membaik seiring dengan pulihnya permintaan,” kata seorang responden survei di industri produk kimia. Namun responden menambahkan, “Biaya terus menjadi kekhawatiran utama, karena pemasok dengan cepat menaikkan harga.”

Sementara itu, lapangan kerja di AS turun pada bulan Maret ke tingkat terendah dalam tiga tahun, sementara jumlah orang yang berhenti bekerja dan perekrutan melamban, menandakan semakin lemahnya pasar tenaga kerja.

Posisi yang tersedia turun menjadi 8,49 juta dari revisi naik 8,81 juta pada bulan sebelumnya, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja, atau JOLTS, hari Rabu. [ps/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com