News  

Hubungan dengan China Rumit Setelah Beijing Cabut Larangan Impor Daging

Wakil perdana menteri Australia, Selasa (12/12) bahwa pemerintahnya berupaya untuk “menstabilkan” hubungannya dengan China seiring dengan upaya menyeimbangkan masalah perdagangan dan keamanan.

“Hubungan dengan China adalah hubungan yang kompleks,” kata Richard Marles, saat berbicara di Adelaide. “Di satu sisi, kami memiliki mitra dagang terbesar, di sisi lain, kami memiliki kekhawatiran keamanan yang paling signifikan,” imbuhnya.

Komentarnya muncul setelah China mencabut larangan impor terhadap tiga pemasok daging Australia sebagai tanda membaiknya hubungan perdagangan antara kedua negara.

Badan bea cukai China mengumumkan semalam bahwa mereka menghapus larangan impor daging sapi dan kambing dari JBS dan Australian Lamb Company, keduanya di negara bagian Victoria serta Teys Australia di negara bagian Australia Selatan.

FILE – Paket daging sapi yang diimpor dari Australia dijual di sebuah supermarket di Beijing, Jumat, 15 Mei 2020. China telah mencabut larangan impor terhadap tiga pemasok daging Australia, 12 Desember 2023.(AP/Mark Schiefelbein)

China telah melarang impor daging merah dari 11 rumah potong hewan di Australia sejak tahun 2020, dengan alasan adanya kasus COVID-19 di kalangan staf dan pemberian label produk yang keliru.

Larangan tersebut dipandang sebagai bagian dari berbagai hambatan perdagangan resmi dan tidak resmi yang diberlakukan China untuk menghukum Australia atas kebijakan yang mencakup seruan penyelidikan independen mengenai asal usul dan tanggapan terhadap pandemic COVID-19.

China masih melarang impor daging dari delapan rumah potong hewan lainnya di Australia. Para pejabat Australia sedang berupaya menyelesaikan “hambatan teknis dalam perdagangan itu,” kata pernyataan pemerintah.

Marles mengatakan bahwa melanjutkan ekspor daging ke China merupakan langkah menuju stabilisasi hubungan bilateral sejak pemerintahan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Anthony Albanese terpilih tahun lalu.

“Saya ingin mengatakan bahwa kami menghargai hubungan paling produktif yang bisa kami jalin dengan China,” kata Marles, yang menggantikan Albanese saat ia sedang berlibur, kepada wartawan.

China telah mencabut sebagian besar hambatan perdagangannya yang merugikan eksportir Australia sebesar 20 miliar dolar Australia ($14 miliar) per tahun pada puncaknya, sejak pergantian pemerintahan Australia. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com